Bisnis

Ekonomi digital Indonesia: angka yang benar-benar berarti

Angka makro jarang mengubah keputusan harian. Tapi tiga di antaranya menjelaskan kenapa beban operasional Anda naik lebih cepat dari omzet.

2 menit baca GetCore

Laporan e-Conomy SEA 2025 dari Google, Temasek, dan Bain menempatkan GMV ekonomi digital Indonesia mendekati US$110 miliar — tumbuh sekitar 14% dan tetap yang terbesar di Asia Tenggara. Dalam rupiah, kisarannya sekitar Rp1.672 triliun.

Satu catatan: angka yang jauh lebih besar kadang beredar di internet untuk metrik ini. Kalau Anda menemukan angka belasan ribu triliun, itu keliru — nilainya akan melampaui dua pertiga PDB nasional.

Tiga angka yang mengubah cara kerja

  1. E-commerce sekitar US$71 miliar. Tetap penyumbang terbesar. Artinya pelanggan Anda sudah terbiasa dengan standar layanan marketplace — balasan cepat, status pesanan yang jelas, pengembalian yang mudah.
  2. Video commerce naik 90% dalam setahun, menjadi 2,6 miliar transaksi, dengan jumlah penjual tumbuh 75% menjadi sekitar 800 ribu. Penjualan makin bergeser ke kanal percakapan dan siaran langsung — yang volumenya tidak bisa ditangani manual.
  3. Target 35 juta UMKM digital, dari sekitar 30 juta yang sudah terdigitalisasi lewat marketplace, situs, atau media sosial. Kompetitor Anda yang dulu offline kini ada di kanal yang sama.

Apa artinya secara operasional

Pola yang berulang: penjualan tumbuh di kanal percakapan, sementara kapasitas menjawab tidak ikut tumbuh. Selisih itu muncul sebagai waktu balas yang melambat di jam sibuk, order yang terlewat, dan tim admin yang menghabiskan hari untuk menyalin data.

Bukan jumlah pesanan yang mematahkan operasi, tapi jumlah pemindahan data manual di antara pesanan-pesanan itu.

Kalau dua atau lebih terasa familiar, masalahnya bukan kapasitas orang, melainkan alur kerjanya. Titik mulai yang paling masuk akal biasanya satu proses yang paling sering diulang — bukan seluruh operasi sekaligus.

FAQ

Pertanyaan yang sering muncul

Berapa nilai ekonomi digital Indonesia saat ini?

GMV ekonomi digital Indonesia mendekati US$110 miliar, atau sekitar Rp1.672 triliun — tumbuh sekitar 14% dan tetap yang terbesar di Asia Tenggara. Angka ini dari laporan e-Conomy SEA 2025 oleh Google, Temasek, dan Bain.

Seberapa cepat video commerce tumbuh?

Video commerce naik 90% dalam setahun menjadi 2,6 miliar transaksi, dengan jumlah penjual tumbuh 75% menjadi sekitar 800 ribu. Ini kanal dengan pertumbuhan tercepat di antara kategori yang dilaporkan.

Berapa target UMKM digital pemerintah?

Pemerintah menargetkan 35 juta UMKM digital, naik dari sekitar 30 juta yang sudah terdigitalisasi lewat marketplace, situs, atau media sosial.

Langkah Pertama

Mulai dari satu proses yang paling merepotkan tim Anda

Ceritakan alur yang masih banyak dikerjakan manual. Kami akan membantu memetakan bagian yang bisa dipercepat atau diotomasi, lalu menyusun langkah pertama yang masuk akal.