Otomasi Proses

Dokumen yang terbit sendiri, bukan diketik ulang

Purchase order masuk lewat WhatsApp, lalu seseorang mengetiknya ulang ke Excel, lalu mengetiknya ulang lagi ke format surat jalan. Kami memotong rantai itu.

Cakupan

Yang kami bangun

01

Membaca PO dari mana pun ia masuk

WhatsApp, email, foto, atau PDF. Sistem mengekstrak nomor PO, item, jumlah, dan harga menjadi data terstruktur.

02

Surat Jalan & Invoice otomatis

Begitu data terbaca dan divalidasi, dokumen PDF terbit dengan penomoran dan format resmi Anda — tanpa diketik ulang.

03

Notifikasi ke orang yang tepat

Driver menerima detail pengiriman, sales menerima konfirmasi, gudang menerima daftar pick — semuanya real-time di WhatsApp.

04

Validasi sebelum terbit

Data hasil ekstraksi ditampilkan untuk dicek dulu. Otomasi tidak berarti tanpa kendali — dokumen resmi tetap butuh persetujuan.

05

Rekap yang terisi sendiri

Setiap transaksi tercatat ke spreadsheet atau database, jadi laporan tidak perlu disusun ulang di akhir bulan.

06

Jejak audit

Siapa menyetujui apa dan kapan, tersimpan. Berguna saat ada selisih antara pesanan dan pengiriman.

Distribusi & logistik Order masuk via WhatsApp Banyak dokumen berulang Tim admin sebagai bottleneck Rekap manual tiap bulan

Biaya tersembunyi dari mengetik ulang

Pengetikan ulang jarang dihitung sebagai biaya karena tidak muncul di laporan keuangan. Tapi ia muncul sebagai keterlambatan pengiriman, salah jumlah, invoice yang telat terbit, dan admin yang lembur di akhir bulan. Semakin banyak order, semakin besar bebannya — dan solusinya biasanya menambah orang, bukan memperbaiki alurnya.

Bentuk penyelesaiannya

Alur yang kami bangun mengikuti jalur dokumen Anda apa adanya. PO tetap boleh masuk lewat WhatsApp — memang di situ pelanggan Anda berada. Yang berubah adalah apa yang terjadi setelahnya.

Otomasi yang baik bukan menghilangkan manusia dari alur, tapi menghilangkan pekerjaan yang tidak butuh penilaian manusia.

Mulai dari satu dokumen

Kami tidak menyarankan mengotomasi seluruh operasi sekaligus. Ambil satu dokumen yang paling sering terbit dan paling sering bermasalah, selesaikan itu sampai stabil, baru lanjut ke berikutnya. Cara ini membuat dampaknya terukur dan risikonya kecil.

FAQ

Pertanyaan yang sering muncul

Bagaimana kalau format PO dari tiap pelanggan berbeda-beda?

Justru itu alasan pendekatan berbasis AI dipakai, bukan template kaku. Sistem membaca isi dokumen, bukan mencocokkan posisi kolom. Untuk format yang benar-benar tidak lazim, hasil ekstraksi tetap ditampilkan untuk dikoreksi, dan koreksi itu memperbaiki pembacaan berikutnya.

Apakah dokumen langsung terbit tanpa dicek?

Tidak, kecuali Anda memang menginginkannya untuk kasus tertentu. Bawaannya, hasil ekstraksi divalidasi dulu oleh tim Anda sebelum dokumen resmi terbit. Yang hilang adalah pengetikan ulang, bukan kendali.

Sistem kami masih pakai Excel. Apakah tetap bisa?

Bisa. Banyak implementasi kami justru bertumpu pada Google Sheets atau Excel karena tim sudah terbiasa. Kalau nanti Anda pindah ke ERP, alurnya bisa disambungkan ulang tanpa membangun dari nol.

Langkah Pertama

Mulai dari satu proses yang paling merepotkan tim Anda

Ceritakan alur yang masih banyak dikerjakan manual. Kami akan membantu memetakan bagian yang bisa dipercepat atau diotomasi, lalu menyusun langkah pertama yang masuk akal.