Apa itu GetCore
GetCore adalah studio AI dan otomasi asal Indonesia yang merancang dan membangun AI agent, otomasi proses bisnis, dan platform digital custom untuk perusahaan dan UMKM Indonesia. Perusahaan ini berdiri pada September 2025 dan sejak Maret 2026 menjadi bagian dari Flux Creative Universe (FCU) bersama Deddy Corbuzier. Per Juni 2026, GetCore telah meluncurkan lebih dari 25 sistem dan proyek untuk lebih dari 15 klien di lebih dari 5 industri. Yang membedakannya dari penyedia perangkat lunak pada umumnya adalah cakupannya: GetCore tidak menjual lisensi produk yang sudah jadi, melainkan membangun sistem yang mengikuti alur kerja spesifik tiap klien. Konsekuensinya, setiap proyek dimulai dari pemetaan proses yang sudah berjalan, bukan dari daftar fitur yang harus disesuaikan.
Model kerja sama
Kerja sama dengan GetCore berjalan dalam dua tahap: proyek untuk pembangunan awal, lalu retainer bulanan untuk pemeliharaan. Tahap proyek mencakup pemetaan alur kerja, pembangunan sistem, pengujian bersama pengguna sebenarnya, dan serah terima beserta dokumentasi operasional. Tahap retainer mencakup pemantauan, perbaikan, dan pengembangan lanjutan. Retainer bersifat opsional, tetapi sebagian besar sistem otomasi memerlukannya karena alur bisnis berubah seiring waktu — tarif kanal berubah, regulasi bergeser, dan aturan yang benar hari ini bisa keliru bulan depan. Sistem otomasi yang tidak dirawat tidak berhenti bekerja; ia pelan-pelan menyimpang dari kenyataan operasional, dan penyimpangan itu biasanya baru ketahuan setelah merugikan. GetCore tidak menjual produk SaaS berlangganan.
Cara kami membangun
Setiap proyek GetCore dimulai dari data operasional yang sudah ada, bukan dari asumsi. Untuk sistem percakapan, titik awalnya adalah transkrip WhatsApp yang sebenarnya: dari situ terlihat pertanyaan mana yang benar-benar berulang, di titik mana pelanggan berhenti, dan bagian mana yang aman diserahkan ke agen otomatis. Untuk otomasi dokumen, titik awalnya adalah contoh dokumen asli beserta kasus anehnya — format yang tidak konsisten, singkatan internal, dan pengecualian yang hanya diketahui staf lama. Prototipe yang bisa dicoba biasanya siap dalam hitungan hari, sehingga keputusan lanjut atau berhenti diambil setelah melihat sistemnya bekerja pada data nyata, bukan setelah membaca proposal.
Apa yang tidak dikerjakan GetCore
GetCore tidak menjual lisensi produk siap pakai, tidak menawarkan paket berlangganan bertingkat, dan tidak mengambil pekerjaan yang hanya berupa pemasangan alat tanpa pemetaan proses. Batasan ini disengaja: sebagian besar kegagalan otomasi yang kami temui bukan kegagalan teknis, melainkan sistem yang dipasang di atas proses yang belum dipahami. Menolak pekerjaan semacam itu lebih murah bagi kedua pihak daripada menyelesaikannya.
Teknologi yang dipakai
Kanal utama implementasi GetCore adalah WhatsApp, karena di sanalah pelanggan Indonesia sudah berada. Itu mencakup WhatsApp Business Flow untuk katalog dan formulir resmi, serta pembayaran QRIS di dalam percakapan sehingga pelanggan tidak perlu berpindah aplikasi. Untuk penyimpanan dan pelaporan, GetCore bekerja dengan Google Sheets dan Power BI — dua alat yang umumnya sudah dipakai tim klien, sehingga hasil otomasi bisa dibaca tanpa mempelajari aplikasi baru. Orkestrasi alur kerja dibangun di atas n8n, yang sejak 2026 mendukung Model Context Protocol sebagai client maupun server. Bila sebuah sumber data belum menyediakan API, GetCore membangun jalur pengambilan data tersendiri.
Ringkasan teknologi
- Kanal percakapan — WhatsApp Business API, WhatsApp Business Flow, pembayaran QRIS di dalam percakapan.
- Data dan pelaporan — Google Sheets, Power BI.
- Orkestrasi alur kerja — n8n, termasuk Model Context Protocol sebagai client maupun server.
- Pengambilan data — integrasi API bila tersedia, jalur pengambilan data khusus bila tidak.
Rekam jejak
25+
sistem & proyek diluncurkan
15+
klien
5+
industri
2025
tahun berdiri
Per Juni 2026, GetCore telah mengerjakan sistem untuk J&T Express, Sushi Tei, BNI, BRI, AB Fresh, Celestails, Nazeem, Blau Smart Cleaner, Syaf Unica, Khatulistiwa, dan Kak Zepe. Rentangnya sengaja lebar: logistik, restoran, perbankan, ritel segar, hingga pendidikan anak. Alasannya bukan karena kelima industri itu mirip, melainkan karena hambatan yang mereka hadapi mirip — pekerjaan berulang yang dikerjakan manual, data yang tersebar di beberapa tempat, dan proses yang hanya dipahami satu-dua orang di tim. Pola itu muncul di hampir semua bisnis yang tumbuh lebih cepat daripada sistemnya.
Bagian dari Flux Creative Universe
GetCore menjadi bagian dari Flux Creative Universe (FCU) sejak akuisisi yang diumumkan pada Maret 2026, dan bekerja berdampingan dengan Deddy Corbuzier di grup yang sama. Bergabungnya GetCore ke FCU memberi akses ke jaringan distribusi dan produksi konten yang sudah mapan — relevan khususnya untuk layanan otomasi konten dan publikasi multi-platform, tempat kapasitas distribusi menentukan seberapa besar dampak sebuah alur kerja. Bagi klien, implikasi praktisnya sederhana: GetCore bukan studio yang berdiri sendiri tanpa rekam jejak institusional, dan keberlanjutan pekerjaan yang diserahkan tidak bergantung pada satu individu.
Kontak
GetCore dapat dihubungi melalui email di [email protected] atau WhatsApp di +62 813 255 1155. Cara tercepat memulai adalah menyebutkan satu proses yang saat ini masih banyak dikerjakan manual, beserta perkiraan berapa kali proses itu terjadi dalam seminggu.